Jumat, 27 Februari 2015

Review film Kingsman
 

Salah satu film spy action komedi yang sedang tayang di Jakarta saat ini adalah: “Kingsman: The Secret Service”. Film yang baru release ini lumayan mendapat rating yang bagus versi IMDb hingga pagi ini 8.3 dari skor paling tinggi 10. Film dengan durasi sekitar 120 menit ini mengisahkan tentang organisasi swasta internasional – Kingsman yang bergerak di bidang spionase dengan para agen rahasia yang memiliki keterampilan tinggi termasuk dalam hal mempertahankan diri dan menyerang musuh.


 
Alur cerita dimulai dengan operasi rahasia yang memakan korban salah seorang agen organisasi tersebut. Harry Hart yang dikenal dengan nama panggilannya Galahad (dibintangi oleh Colin Firth) yang mengepalai operasi tersebut merasa bersalah dan menyampaikan kabar duka tersebut kepada istri korban bersama anaknya yang masih kecil – Eggsy. Dalam perjalanan waktu keluarga kecil tersebut memang dapat bertahan dengan hadirnya ayah tiri yang kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Akibatnya Eggsy yang semakin dewasa (dibintangi oleh Taron Egerton) dan memiliki kecerdasan yang cukup tinggi tidak menyelesaikan pendidikannya dengan baik termasuk ketika menjalani pendidikan militer, terutama karena ibunya tidak mau Eggsy mengulangi tragedi yang menimpa ayahnya. Singkat cerita karena kenakalannya dan sempat beberapa saat ditahan oleh Polisi, Eggsy dapat dipertemukan kembali dengan Galahad setelah kurang lebih 17 tahun lamanya.
Organisasi Kingsman pada saat yang bersamaan baru saja kehilangan salah satu agen handalnya: Lancelot yang juga adalah sahabat ayah Eggsy. Pimpinan Kingsman saat itu, Arthur/Chester King (dibintangi oleh Michael Caine) segera memutuskan untuk melakukan perekrutan agen baru untuk menggantikan Lancelot sekaligus melacak siapa sebenarnya pembunuh dan orang dibalik pembunuhan agen Lancelot. Eggsy akhirnya menjadi salah satu kader muda yang direkomendasikan oleh Galahad untuk menjalani pendidikan dan serangkaian tes bersama beberapa kandidat lainnya untuk akhirnya dipilih satu yang terbaik untuk mengganti Lancelot.
Cerita bergulir ditengah serunya para kandidat pengganti Lancelot menjalani pendidikan dan latihan serta serangkaian tes ketat yang akhirnya berujung kepada dua kandidat saja yang dapat bertahan yaitu Eggsy yang direkomendasikan oleh Galahad dan Roxy (dibintangi oleh Sophie Cookson) yang direkomendasikan oleh agen Percival.
Sementara itu pelacakan pembunuh Lancelot mengarah kepada Richmond Valentine (Samuel L. Jackson), seorang Tycoon di bidang teknologi komunikasi dan sekaligus menampilkan dirinya sebagai seorang filantropis bersama asisten andalannya Gazelle (dibintangi oleh Sofia Boutella). Valentine ternyata memiliki ide teror yang sangat mengerikan dengan teknologi komunikasi, SIM Card dan penggunaan Satelit untuk melenyapkan sebagian besar umat manusia di bumi dan hanya menyisakan sedikit kaum pilihannya dengan alasan untuk menciptakan keseimbangan baru bagi bumi. 
Ini merupakan film spy comedy yang sangat worthed untuk ditonton!! Saksikan segera di bioskop terdekat

Rabu, 25 Februari 2015

Mengapa Orde Baru Gagal?

CLICK HERE!

Resep Chocolate lava cake

Chocolate Lava Cake
 
Bahan:
150 gram dark cooking chocolate, potong – potong
75 gram mentega tawar
4 butir telur
1/4 sendok teh garam
125 gram gula pasir
75 gram tepung terigu protein sedang
1/2 sendok teh baking powder

Bahan Taburan (aduk Rata):
1/2 sendok makan gula donat
1/2 sendok teh kayu manis bubuk


Cara membuat:
  1. Lelehkan potongan dark cooking chocolate dan mentega dalam wadah yang direndam air panas, sampai larut. Sisihkan.
  2. Kocok telur, garam, dan gula pasir 5 menit sampai kental. Masukkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata. Tambahkan campuran dark cooking chocolate. Aduk rata.
  3. Tuang di cetakan muffin pendek  besar yang dioles margarin .
  4. Oven  dengan api bawah suhu 190 derajat Celsius 13 menit sampai matang.
  5. Segera balik dan sajikan hangat setelah  ditabur bahan taburan.


Untuk 8 buah

SELAMAT MENCOBA!!!!

Rabu, 14 Januari 2015

Sanur A.K.A Greenjail


Kalo orang mendengar nama sanur, seringkali yang dipikirin adalah sekolah dengan isi cewe - cewe haus yang pinter. Tapi itu hanya stereotype. We are just a normal and average student. Memang kebanggaan tersendiri ketika lo lolos tes masuk sanur yang susahnya bukan main. Akan tetapi gw pribadi merasa belom bangga kl belom memegang gelar alumni sanur. Memang keren sih bisa masuk sanur, tapi yg lebih susah adalah bersekolah di sanur.

Respon orang pas tau gw sekolah di sekolah homogen yg bernama sanur, pasti org akan komen "asik dong?". Jawaban gw: ngak juga. Sekolah di sanur itu punya duka tersendiri. Mulai dari seragamnya yang menyaingi para suster ursulin.. Terutama karena kaos kaki selutut dan rok  kotak - kotak ngejrengnya yang keliatan dr jarak jauh. Lalu belom lagi ekspektasi para guru kepada murid yang agak berlebih karena sejarah prestasi warisan kakak - kakak alumni yang membuat keder. Rambut pun tidak boleh tergerai berantakan. Harus diikat satu dan poni diangkat.

Tapi setelah memasuki tahun ketiga gw mulai merasakan indahnya, pertama enaknya sekolah homogen adalah ga perlu jaim (yaialah mau tepe tepe ama siapa?). Kita bebas berekspresi sesuai keinginan. Dan banyak teman - teman yang mensupport selama menghadapi derita di greenjail (tmn seperjuangan). Sekolah di sanur mengajarkan gw untuk mandiri , melatih kemampuan public speaking serta berpikiran kritis.Tanpa sanur gw tidak akan menjadi diri gw yang sekarang ini.

Hal menarik yang gw lihat unik dr sanur adalah tidak adanya senioritas maupun geng. Senior maupun junior sama, gaada yg namanya labrak2an. Lalu geng macem - macem geng cantik ato geng eksis itu gaada, semua ditumpas habis oleh murid2 sanur. Semua sama rata dan dipandang sama oleh satu angkatan. Inilah salah satu hal yang gw suka dr sanur.

Maka kalo ditanya "kalo lo bisa ngulang waktu, apakah lo akan milih masuk sanur lagi?" jawabannya adalah yes. I don't regret the past for making me who i am. but i will embrace the future and keep moving forward
Friends stick together
XII IPS2 - Nefertiti

Selasa, 13 Januari 2015

During Christmas holiday i spent 4 days Traveling to Puncak. More specifically at Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, West Java. For 4 days me and my friends are hiking to the top of the mountain. People often wonder why would i go and hiking for miles only to see some sceenery. What people don't know is that hiking is indeed exhausting, we have to walk for miles carrying a carrier (super big bagpack for hiking) and let's not forget the rain which is pouring 3 out 4 days during my visits.

Mountain View

With the crew


So if people ask why i do this activities? the answer is because the thrill and the adrenaline while being on the top of the mountain. All the pain and all our exhaust was paid when we arrive at the top. The view at the top may not be very beautiful due to the bad weather. But being 2958 meter above the sea level is breathtaking. you could feel the breeze rushing and feel the wind blows through your face.

Overall i enjoy this trip very much, but the important lesson is evertything is not what it seems to be. Don't judge a book by it's cover. Hiking is quite the uphill battle but it will be worthed in the end